Monday, March 18, 2019
Home > Lain Lain > Berantas Berita Politik Hoax

Berantas Berita Politik Hoax

Berita PolitikKetua Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) Y Pasomba mendesak Mabes Polri untuk segera menangkap dalang pembuat dan penyebar kabar bohong yang menyebutkan ada tujuh kontainer surat suara yang sudah dicoblos untuk pasangan nomor urut 01, Jokowi – KH. Ma’ruf Amin. Menurut Pasomba, Berita Politik┬ábohong seperti itu sudah masuk dalam tindak pidana dan mengganggu proses demokrasi. Kabar bohong seperti itu sudah pada tingkat yang sangat meresahkan, dan kami berharap kepolisian segera menuntaskan kabar bohong itu agar tidak berakibat menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat, agar tidak mengganggu proses pileg dan pilpres yang sudah semakin dekat, tangkap dan adili penyebar kabar hoaks ini. Pasomba menambahkan, kabar bohong itu masuk kategori fitnah yang mencoba mendelegitimasi pemerintahan Presiden Jokowi dan juga proses yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Bagaimana mungkin ada surat suara tujuh kontainer yang sudah dicoblos, sementara KPU sendiri belum mencetak surat suara? Ini fitnah yang keji yang mencoba meruntuhkan wibawa Presiden Jokowi seakan-akan Jokowi menghalalkan segala cara untuk menang. Maka dari itu untuk masyarakat tentunya harus bersikap lebih bijak menanggapi Berita Politik semacam ini, anda perlu mengetahui benar tidaknya berita tersebut, setelah berita yang anda ketahui benar – benar valid, tentunya anda bisa share ke media sosial anda. Agar banyak orang yang mengetahui kebenaran dalam suatu berita.

Pasomba juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya. Masyarakat diminta kritis terhadap sebuah Berita Politik yang beredar. “Mendorong KPU dan Bawaslu memastikan tidak ada kebocoran surat suara ataupun pelanggaran Pemilu lainnya agar pelaksanaan Pemilu berjalan jujur dan adil,” ucapnya. Pasomba juga menyindir pernyataan politisi Partai Demokrat Andi Arief yang memposting di Twitter terkait kabar tujuh kontainer surat suara yang sudah dicoblos untuk pasangan Jokowi – KH. Ma’ruf Amin.

“Seharusnya Andi Arief konfirmasi dulu sebelum memberikan pernyataan lewat media sosial, karena postingan para politisi sering dipakai masyarakat sebagai kebenaran. Cek dulu benar atau tidak, jangan malah seakan-akan seperti mempertanyakan padahal maksudnya adalah menyebarluaskan,” tandasnya. Hanya saja, katanya, Berita Politik hoaks itu tidak bisa langsung diarahkan ke pasangan calon lain di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Karena itu, hoaks diarahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) terlebih dahulu. Idil mengatakan, hoaks sengaja diarahkan ke KPU agar publik meyakini lembaga penyelenggara pemilu itu menjadi bagian dari skenario pemenangan kubu tertentu. Karena itu Idil mengapresiasi gerak cepat KPU mengecek ke Tanjung Priok, sekaligus melaporkan hoaks itu ke Bareskrim Polri.

Masalah hoaks ini jika tidak diambil tindakan yang tegas maka akan menjadi preseden, KPU sebagai penyelenggara dinilai ikut bermain dalam konstelasi politik pemilihan presiden. Semestinya oknum-oknum pembuat dan penyebar hoaks perlu berkaca dari kasus sebelumnya yang menimpa Ratna Sarumpaet. Lebih lanjut Idil mengatakan, hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet dan tujuh kontainer surat suara dari Tiongkok justru menjadi bukti ada pihak yang tidak siap berkompetisi secara baik, jujur dan mencerdaskan. Oleh karena itu Idil mengharapkan semua pihak mendukung langkah sigap KPU demi menjaga demokrasi di Indonesia tetap sehat dan waras. Biasanya motif atau amksud dari menyebarkan Berita Politik hoax sudah jelas. Maka dari itu kita sebagai masyarakat yang cerdas tentu tidak mudah percaya dengan pemberitaan yang belum tentu kebenaranya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *