Monday, August 19, 2019
Home > Lain Lain > Kenapa Atletico Madrid Berani Membayar Mahal Diego Simeone?

Kenapa Atletico Madrid Berani Membayar Mahal Diego Simeone?

Media Perancis, L`Equipe, merilis daftar manajer atau pelatih dengan gaji termahal di dunia. Ternyata pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, menjadi pelatih dengan bayaran termahal dunia selagi ini. Pelatih asal Argentina ini digaji sebesar 3,3 juta euro atau kurang lebih 54,4 miliar rupiah per bulan. Angka itu nyaris dua kali lipat berasal dari Pep Guardiola yang menukangi Manchester City. Nyatanya Simeone kini menjadi pelatih dengan bayaran termahal di dunia. Sebelumnya “rekor” berikut dipegang oleh Jose Mourinho selagi menukangi Manchester United. Manajer asal Portugal itu dibayar kurang lebih 2,1 juta euro per bulan sebelum akan dipecat United. Di bawahnya terdapat Marcelo Lippi yang digaji kurang lebih 2 juta euro per bulan oleh Timnas Tiongkok (sudah mengundurkan diri terhadap Januari lalu sehabis Tiongkok tersingkir di Piala Asia 2019).

Simeone, selagi itu kata Judi Slot Online, sudah menguntit di peringkat ketiga selagi Mou dan Lippi tetap melatih kesebelasan terakhir mereka. Dia dibayar 1,8 juta euro per bulan. Memang baru per Januari 2019 nilai kontraknya meningkat menjadi 3,3 juta euro per bulan sehabis meneken kontrak baru dengan tambahan durasi satu th. agar kontraknya di Atleti kini berakhir terhadap 2021. Tak sedikit yang terheran-heran dengan keberanian atau kenekatan Atletico Madrid yang menjadikan Simeone sebagai pelatih dengan bayaran termahal di dunia. Tapi bagi Atletico, “mengikat” Simeone lebih lama di Wanda Metropolitano tampaknya sebagai usaha mereka untuk menghadirkan lebih banyak gelar ke kabinet prestasi klub.

Simeone adalah pengubah derajat Atletico. Sebelum dia menukangi Los Colchoneros, Atletico adalah kesebelasan papan sedang di La Liga. Memang sebelum akan itu Atletico sudah mengoleksi trofi La Liga sebanyak 9 kali. Tapi sehabis mencapai gelar juara terhadap musim 1995/96, Atletico bukan ulang kandidat juara. Bahkan terhadap 2000 mereka terdegradasi ke Divisi Dua dan sempat bertahan sepanjang dua musim di sana sebelum akan ulang ke La Liga. Pada periode 2003 hingga 2011, peringkat terbaik Atleti di La Liga hanya posisi empat klasemen. Memang tersedia masing-masing satu trofi Liga Europa dan trofi Piala Super Eropa. Tapi manajemen Atleti terasa prestasi klub dapat lebih baik ulang di La Liga. Apalagi dalam periode berikut Atleti punya penyerang haus gol yang dimulai berasal dari Fernando Torres, Sergio Aguero, hingga Diego Forlan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *